26 April 2013

Sisi Lain dan Hitam-Putih Perjalanan Hidup Uje Hingga Akhir Hayatnya

Jakarta - Jefri Al Buchori, ustad muda yang begitu akrab muncul di layar kaca itu kini telah tiada. Insiden kecelakaan tunggal dari atas motor gede menutup perjalanan 'hitam putih' kisah hidupnya.Selama masa hidupnya, pria yang akrab disapa Uje itu sempat mencicipi hitam putih kehidupan sebelum akhirnya dikenal sebagai dai kondang. Siapa sangka dia sebelum menjadi ustad dia sempat terjebak ke dalam dunia hitam. Besar di keluarga yang taat agama, anak dari pasangan M.Ismail Modal dan Tatu Mulyana itu dididik secara disiplin untuk mendalami Islam. Saat masih duduk di sekolah dasar, ia pun sudah memperlihatkan tanda-tanda 'kelebihannya' di bidang agama. Saat kelas 5, Uje mengikuti MTQ, dan anak ketiga dari lima bersaudara ini berhasil meraih juara pertama.Namun masa kelam dilaluinya ketika ia mulai masuk SMA di pesantren. Mengikuti arus pergaulan bebas, Uje sempat terjerembab dalam obat-obatan terlarang. Ia pun keluar dari pesantren dan berpindah-pindah sekolah. Namun, tetap Uje sering absen dan menghabiskan banyak waktunya di diskotek semalam suntuk.

Titik balik hidupnya muncul ketika ia pulang umroh dari Tanah Suci Mekah pada 1994. Pria kelahiran 12 April 1973 itu pun bertobat. Momen ketika ayahnya meninggal juga semakin menyadarkan Uje untuk kembali ke jalan yang benar. Kembali mendalami agama, ia pun perlahan merintis karier sebagai penceramah.

Selama menjadi pendakwah, karier suami dari Pipik Dian Irawati itu juga tak selalu mulus. Ia pernah ditolak mengisi ceramah di beberapa tempat karena masa lalunya sebagai pecandu narkoba.

Lambat laun, kepiawaian dan keluwesab Uje dalam berceramah mampu merangkul masyarakat dari banyak kalangan. Mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Aktif menjadi pendakwah sejak 2000, Uje dikenal sebagai Ustad Gaul.

Sampai tahun 2013 ini, karir Uje sebagai pendakwah pun terus bersinar. Kepiawainnya dalam berinteraksi dengan anak muda dan lantunan suara merdunya ketika membawakan tembang rohani menjadi nilai tambah.

Namun perjalanan hidup Uje itu berakhir pada Jumat (26/4) dinihari kemarin. Bertolak dari Kemang untuk menujuk kediamannya di Bintaro, Uje yang mengendarai motor besar Kawasaki ER miliknya tak pernah sampai tujuan.

Di sebuah belokan ke kanan di jalan Gedung Hijau Raya, Uje tak bisa menguasai motornya yang melaju dalam kecepatan tinggi. Uje tersungkur setelah sebelumnya menabrak trotoar dan pohon palem.Pihak keluarga kaget dan terpukul dengan kepergian Uje. Ibunda alharhum ternyata sempat mendapatkan tanda-tanda 'pamit' dari sang putra. Tanda-tanda yang baru dia sadari setelah Uje tiada.

"Belakangan ini dia suka bicara aneh, tapi kita nggak ambil kesimpulan. Dia juga pernah bilang ' Jeffry sudah jatuh tempo, nih'. Kita mah nggak mikir apa-apa, eh tahunya umurnya yang jatuh tempo," kata ibunda Uje, Tatu Mulyana di rumah duka di Perumahan Bukit Mas Narmada III Bintaro, Rempoa, Tangsel, Jumat (26/4/2013).



Uje adalah sosok ustad muda yang pintar dan gaul. Dakwahnya mengena khususnya di kalangan anak muda. Kemampuannya merangkul generasi muda diakuinya ada kaitannya dengan masa lalunya yang pernah gelap. Uje muda ternyata pernah terjerembab dalam jurang maksiat sebagai seorang budak narkoba. Dikutip dari situs www.ujecentre.com, momentum umroh bersama ibu dan kakaknya itulah yang menyadarkan pria kelahiran Jakarta itu.Saat bertobat di Tanah Suci, Uje pernah membentur-benturkan kepalanya di Kabah sambil menangis. Meminta Allah mengampuni segala dosanya.Juga, "Waktu saya berada dekat makam Rasulullah, seperti ada tangan yang menarik dan melempar saya ke dinding," kata Uje suatu hari. "Nah, hal inilah yang membuat jalan untuk lebih dekat dengan Allah

Sementara, langkah Uje untuk berdakwah diawali oleh amanah dari kakak tertuanya, almarhum Ustad Abdullah Riyad untuk melanjutkan syiar di Jakarta. Sebab, almarhum Ustad H Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MajlisUgame Islam Singapura (MUIS) untuk menjadi Imam besar di Masjid HajiMohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura.

Dari situlah Uje, anak ke-3 dari 5 bersaudara pasangan almarhum Ismail Modal dan Tatu Mulyana ini mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushola, mesjid. Hingga menjadi ustad yang dikagumi.Selain ceramah yang berbobot, Uje juga mampu melantunkan ayat Alquran dengan indah. Ternyata, saat
duduk di bangku sekolah kelas 3 hingga 5 SD, ia meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) sampai tingkat provinsi Uje tamat SD.

Namun, memasuki remaja Uje dikenal mempunyai dua sisi kepribadian. Di satu sisi pada masa sekolah Uje sosok pelajar yang rajin mengikuti kegiatan kerohanian atau mengikuti pengajian. Di sisi lain Uje terbawa arus bersama teman-teman pemakai narkoba yang juga gemar dugem.

Sampai-sampai Uje juga mengikuti pengajian 'ngeboat' (menggunakan narkoba) bersama teman sekolahnya di kantin. Pada tahun 1991 Uje pernah menjadi dancer di salah satu klub. Setelah bertemu salah satu orang yang tak dikenal, Uje berkesempatan untuk bermain sinetron dan akhirnya mendapatkan prestasi terbaik menjadi aktor dalam sinetron Sayap Patah di TVRI.

Uje berpulang dalam kondisi baik. Meninggalkan istri bernama Pipik Dian Irawati dan empat anak bernama Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, Ayla Azuhro dan Ataya Bilal Rizqullah.

Selamat tinggal Uje....Semoga mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya. (Ein)
 

Sumber :
http://news.detik.com
http://news.liputan6.com/

 

Artikel Terkait News

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

All About Bandung

Jumlah Penayangan

Statistik Web

free counters

user online