01 Februari 2013

Memahami Definisi dan Pengertian Investasi Serta Alternartive Investasi

Banyak bisnis yang dapat dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang, tentu semuanya bertujuan  untuk mendapatkan nilai tambah atau keuntungan di kemudian hari. Orang menyimpan uangnya di bank dengan harapan mendapatkan bunga dari simpanannya itu. Secara umum tindakan diatas dapat dikategorikan sebagai investasi. Bagi masyarakat moderen, kata investasi tentu tidak asing lagi. Bisa jadi setiap hari kita mendengar kata itu Sebab, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin tidak bersedia membiarkan asetnya menjadi tidak berkembang dan untuk mengembangkan aset tersebutlah maka diperlukan investasi. Bagi sebagian masyarakat lainnya, barangkali telah melakukan investasi tetapi tidak menyadari, seperti para petani dan peternak di pedesaan.

 Jadi , apa sebenarnya yang dimaksud dengan investasi tersebut?

Definisi yang lebih lengkap diberikan oleh Reilly dan Brown, yang mengatakan bahwa investasi adalah komitmen mengikatkan aset saat ini untuk beberapa periode waktu ke masa depan guna mendapatkan penghasilan yang mampu mengompensasi pengorbanan investor berupa:  (1) keterikatan aset pada waktu tertentu, (2) tingkat inflasi, (3) ketidaktentuan penghasilan pada masa mendatang.


Dari pengertian yang disampaikan di atas, bisa kita menarik pengertian  investasi, bahwa untuk bisa melakukan suatu investasi harus ada unsur ketersediaan dan (aset) pada saat sekarang, kemudian komitmen mengikatkan dana tersebut pada objek investasi (bisa tunggal atau portofolio) untuk beberapa periode (untuk jangka panjang lebih dari satu tahun) pada masa mendatang.
Setelah periode yang diinginkan tersebut tercapai (jatuh tempo) barulah investor bisa mendapatkan kembali asetnya, tentu saja dalam jumlah dan keuntungan yang lebih besar, guna mengonpensasi pengorbanan investor seperti yang diungkapkan Reilly dan Brown. Namun, tidak ada jaminan pada akhir periode yang ditentukan investor pasti mendapati asetnya lebih besar dari saat memulai investasi. Ini terjadi karena selama periode waktu menunggu itu terdapat kejadian yang menyimpang dari yang diharapkan. Inilah yang disebut dengan risiko. Dengan demikian, selain harus memiliki komitmen mengikatkan dananya, investor juga harus bersedia menanggung risiko.

Alternative Investasi

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan pengertian investasi, tibalah saatnya melakukan investasi. Pertanyaan yang muncul kemana kita akan melakukan investasi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengetahui alternatif-alternatif investasi.

Secara garis besar, lahan investasi secara umum dapat dibagi dua, yaitu real asset investment dan financial asset investment.

Real asset
invesment adalah komitmen meningkatkan aset pasa sektor real. Seperti diketahui, istilah real sering digunakan untuk menunjukan sektor di luar keuangan, seperti perdagangan, industri, pertanian, dan lain sebagainya. Dengan demikian, investasi pada sektor keuangan. Sebagai contoh dari real asset invesment, misalnya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau barang lainnya.

Sedang financial asset invesment (investasi di sektor keuangan) atau sering juga disebut portofolio invesment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikat aset pada surat-surat berharga (securities), yang diterbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat berharga ini beragam, mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti utang piutang antarpribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keungan ini, misalnya, kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.

Ciri-ciri investasi pada sektor keuangan yang membedakannya dengan investasi di sektor riil adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak diperlukan, kemudian informasi hanya bisa didapat dari prospektus, laporan tahunan atau proposal. Karena manajemen investasi menyajikan teori-teori tentang portofolio, maka konsentrasi kita akan kita curahkan pasa investasi di sektor keuangan ini. Selain memiliki ciri-ciri tersebut, investasi keungan juga lebih banyak melibatkan profesi yang untuk bisa menyandang profesi tersebut diperlukan standar profesi. Ini sangat wajar, karena bisnis pada industri keuangan ini lebih mengandalkan kepercayaan, sehingga untuk melegitimasi kepercayaan tersebut diperlukan standar tertentu. Kepercayaan menjadi sangat penting karena “komoditi” yang menjadi objek transaksi adalah “barang” tak berwujud, yaitu hanya berupa kertas yang memuat pernyataan bahwa pemilik kertas tersebut memiliki hak tagih/bayar kepada penerbitnya.

Bahkan dalam sistem perdagangan tanpa warkat (scriptless trading), atas saham-saham di BEI (Bursa Efek Indonesia) investor sudah tidak lagi melihat wujud saham secara fisik, melainkan hanya laporan perusahaan pialang mengenai perubahan jumlah saham dan nilainya, tak ubahnya seperti kita menerima laporan rekening koran dari bank setiap bulan. Selain membutuhkan banyak profesi, investasi keuangan juga memiliki banyak medium.

Tips Berinvestasi



Setelah membaca dan mengetahui alternatif investasi, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya memilih investasi yang begitu banyak pada saat ini. Jika kita sudah memutuskan ingin berinvestasi, dalam memilih investasi paling tidak kita harus mempertimbangkan empat faktor penting, yaitu:

Modal,
Yang dimkasud dengan modal adalah berapa banyak dana yang kita perlukan untuk bisa melakukan investasi sampai kita memperoleh keuntungan yang melebihi dari investasi yang kita lakukan. Prinsipnya, semakin kecil modal yang diperlukan maka semakin baik bagi investor.

Tingkat pengembalian,
Tingkat pengembalian adalah berapa persen keuntungan yang bisa diperoleh dari modal yang keluarkan dalam waktu tertentu. Semakin tinggi tingkat pengembalian dan semakin cepat jangka waktunya maka semakin baik bagi investor.

Tingkat resiko,
Resiko adalah berapa besar kemungkinan terjadinya kerugian yang dapat mengurangi jumlah modal kita dan bahkan menghabiskan modal kita. Semakin kecil tingkat resikonya, maka semakin baik bagi investor.

Arus dana,
Terakhir adalah arus dana yang berupa seberapa cepat dana dalam bentuk uang kas secara fisik kita tarik dari modal yang telah kita setor. Semakin cepat maka semakin baik bagi investor.

Selain keempat faktor penting diatas, ada juga faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan seperti biaya investasi, informasi, waktu, perdagangan, likuiditas pasar, dan aktivitas.
 
Lihat Video Tentang Manfaat Investasi

video
                                                            Sumber : youtube.com


Semoga bermanfaat.

Sumber : http://tokotuaforex.blogspot.com


Artikel Terkait Artikel

1 komentar:

  1. Mau investasi apartemen dan nyaman untuk di jadikan tempat tinggal di daerah pusat kota jakarta? Ya green pramuka city lah solusinya! Baca artikel reviewnya Green Pramuka City Hunian Strategis dan Nyaman di Pusat Kota di http://renseo.blogspot.com/2016/06/Green-Pramuka-City-Hunian-Strategis-dan-Nyaman-di-Pusat-Kota.html

    BalasHapus

All About Bandung

Jumlah Penayangan

Statistik Web

free counters

user online