20 Mei 2012

Wisata Alam Dago Pakar


Nama Lokasi
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Dago Pakar)
Arah Lokasi
Dari Pusat Kota Naik kurang lebih 7 km Menuju Bandung Utara (Jl. Ir. H. Djuanda) berhenti di Terminal Dago, selanjutnya Naik Ojeg Kurang Lebih 500 Meter
Transportasi Umum
Angkot Stasiun Halte – Dago,  / Stasiun Halte - Ciburial
Fasilitas
- Gua Peninggalan Penjajah Jepang Yang disebut Gua Pakar
- Taman Hutan Raya yang merupakan tempat konservasi flora, pendidikan, dan penelitian Botani, serta tempat rekreasi
- Hacking Sejauh 6 Km Menuju Kawasan Wisata Maribaya

PETA LOKASI




Deskripsi

Dago Pakar atau yang sebenarnya bernama Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda adalah sebuah kawasan hutan yang masih tersisa di kota Bandung. Terletak di daerah Bandung utara (Dago), taman hutan raya ini merupakan taman hutan yang pertama di Indonesia diresmikan oleh Presiden Soeharto bertepatan dengan tanggal kelahiran Ir. H. Djuanda. Sejarah Taman Hutan Raya yang dulu dikenal dengan nama Dago Pakar ini dimulai pada tahun 1922, ketika batas-batas hutan ditetapkan. Pada tahun 1963, hutan lindung ini mulai dipersiapkan sebagai hutan wisata atau kebun raya. Oleh karena itu, kawasan seluas 30 hektar area  ini mulai ditanami pepohonan yang berasal dari berbagai daerah, baik di dalam maupun luar Indonesia. Atas Gagasan Gubernur Propinsi Jawa Barat pada 23 Agustus 1965, hutan ini diresmikan sebagai Kebun Raya / Hutan Rekreasi Ir. H. Djuanda.

Pada tahun 1980 pengelolaannya dialihkan dari Perum Perhutani ke Direktorat Jendral Perlindungan dan Pengawetan Alam (sekarang Direktorat Jendral Perlindungan dan Pelestarian Alam / PHPA). terdapat berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh di hutan ini. Kurang lebih 2.500 pohon yang termasuk dalam 40 familia dari 108 spesies, antara lain Cemara Sumatra, Kayu Jati, Bayur Sulawesi, Jati Jawa, Mahoni Uganda, Mahoni Daun Besar, Pohon Sosis, Pinus atau Tusam, Tusan Mexico, dan Kaliandra. Sedangkan faunanya terdiri dari berbagai jenis burung dan mamalia, di antaranya Ketilang atau Cangkurileung, Jalak, Tekukur, Elang, Perkutut, Puyuh Batu, Musang, dan Bajing atau Tupai.

Kawasan Dago Pakar sangat sejuk karena pohon-pohon yang besar dan rindang tumbuh. Begitu juga kolam ikan yang luas yang bisa kita jadikan tempat wisata sepeda air. Taman hutan raya ini sesuai fungsinya sebagai taman hutan raya merupakan tempat konservasi flora dan fauna, pendidikan dan penelitian botani, serta rekreasi di alam terbuka. di tempat ini juga terdapat gua peninggalan penjajah Jepang. Dibangun oleh pekerja pribumi dahulu yang dikenal dengan nama romusha. Gua yang berupa lorong-lorong sebagai pertahanan perang zaman dulu yang tidak begitu panjang yang di dalamnya terdapat ruangan-ruangan. Kita bisa menyusuri gua-gua tersebut. Tidak perlu khawatir akan gelap karena ada banyak penyedia jasa penyewaan lampu senter di sekitar mulut gua. Selain Gua Jepang, selepas beberapa puluh meter ke arah utara, bisa kita jumpai juga gua peninggalan penjajah Belanda. Gua yang pada waktu dahulu berfungsi sebagai markas militer, penjara, tempat penyimpanan senjata, maupun sebagai tempat pembangkit listrik tenaga air. Sebuah lorong utama menembus tebing tempat gua tersebut, di mana ruangan dan lorong-lorong lainnya juga banyak terdapat di dalamnya.

Foto Lokasi



Artikel Terkait Wisata Alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

All About Bandung

Jumlah Penayangan

Statistik Web

free counters

user online